Kamis, 12 Maret 2009

Kehangatan yang hilang...

Waktu telah berlalu, indahnya persahabatan nan ramai penuh kenangan di balik semua peristiwa. hiruk pikuk duniawi memecah keheningan dan fokusnya persahabatan. terlalu jauh jika kita berharap atas manisnya kebersamaan... mungkin lebih tepat hanya sebatas kenangan "mungkin itu yang pantas".

Bukan siapa dan apa yang perlu dibidik, namun masihkah ada waktu yang tersisa ? era globalisasi telah berlalu dan berganti menjadi ... "jika aku menjadi" sebuah tema acara di salah satu televisi swasta membuka sekian mata terbelalak untuk turut serta menyaksikan di balik kesedihan... akan tetapi bukan itu yang di maksud, semuanya sebatas manifestasi belaka atas reality show... baca: "doyan kopi" istilah yang mengisyaratkan atas kekuatan hebat seorang perempuan dalam menjalani kerasnya kehidupan. Kopi memang pahit namun akan menjadi manis jika di campur dengan sugar/gula dan menjadi indah jika kita menikmatinya sambil duduk santai di sebuah tempat yang enjoy terlebih dilengkapi romansa ramainya sahabat....dst. ini hanya sebatas cerita sang anak yang merindukan kembalinya kehangatan sebuah masa...gak sambung kan? he he he he....

inun_saja@yahoo.co.id. (nduk...maaf atas segala salah and khilaf.)

.

Rabu, 10 September 2008

tentang semalam pep...

yang begitu jauh...ternyata sanggup melihat yang ku sembunyikan. malam itu phie'...lagit-langit kamarku seperti runtuh seluruhnya. menimpaku, membuat goresan-goresan perih di muka, seluruh kulit, bahkan jantung dan hatiku. dinding 3x4m yang membentuk ruangan itu menjadi tempatku tidurpun seakan terus menyempit, menyesakkan yang semestinya dapat ku rasakan leluasa. aku benar-benar tidak tau harus berbuat apa waktu itu, aku benar-benar lupa...ada Allah yang sanggup menerima pengaduanku, ada kamu yang selalu mau beribu-ribu menit mendengarkan keluhanku tanpa pnah jenuh (dengan kedua telingamu yang tertutup hansfree tentunya...hehehe).

pagi hari, seperti biasa, aku mengantarkan biq sekolah. wajahku masih begitu lebam. hape 3310 umi yang masih kubawa, ku aktifkan dengan nmr xlq. semenit kemudian, ada sms dengan panggilan khas buatku, darimu tentunya: "semalam lu nangis ta buu'...". swear...kewer-kewer dah bertahun-tahun kita bersahabat, belum pnah aku sekaget dan seterharu ini terima sms darimu (lu jgn GR yah! hehehe). Gilla...aku hampir tidak bisa menggambarkan perasaanku saat itu. bagaimana mungkin kamu tau...? sementara aku begitu rapatnya menyembunyikan wajahku semalaman, bahkan nyamukpun tak kuizinkan mengintipnya...

aku tak bisa bilang iya phie'...maaf, bukan bermaksud menafikanmu...aku hanya tak ingin kamu ikut memikirkan apa yang menghantam keras dadaku. aku memang benar-benar terpuruk semalem. air mata itu memang deras phie' sederas apa aku tak bisa mengatakan. karna aku hanya tau, sakit sekali rasanya dadaku. tapi itu hanya air mata phie'... biarlah mengalir hingga habis. anggap saja buang sial! hehehe...

eh...puisi DEE yang kujanjikan belum sempat ku posting. tadi pas ke warnet lupa bawa. kapan-kapan aja yah!

"air mata kebahagiaan itu hangat rasanya, dan air mata kesedihan itu dingin..." kapan2 kita bahas lagi hal itu pep...aku belum sempat mencari artikel yang kamu maksud. aku hanya tertawa saat membayangkan wajahmu yang pasti sedih campur jengkel saat aku becandain kamu waktu kita sms-an siang tadi tentang hal itu....hahaha

aku kangen kamu phie'...lu ga pengen ngajak gw ke pizza hut tgl 2 november ntar ta...???
aku merindukan masakanmu, becandamu,kesederhanaanmu, kasih sayangmu,narsismu...semuanya tentangmu....

.

Senin, 25 Agustus 2008

abah..sebuah renungan cinta nduk

perahu itu abah...susah payah engkau rakit. dengan peluh,kesungguhan,keikhlasan,dan niat suci. betapa segalanya telah engkau luahkan. jiwa,raga,materi,hati,tenaga,pikiran. semuanya.
namun,kala perahu itu telah jadi dan mulai bisa berlayar... "mereka" dengan segala kedengkiannya mulai merebutnya darimu. dan engkau... tak pernah berusaha menahan, pun mempertahankan semuanya.
(air mataku mulai menggenang abah...)

abah. sosok yang dingin,tegas,keras,begitu punya sikap,namun begitu sabar.
aq tak penah bisa tau seberapa dalam "mereka" mencabik hatimu. aq tak pernah bisa menakar seberapa besar kau simpan sakit itu sendiri. aq tak pernah bisa tau seberapa luas hatimu menerima prilaku binatang "mereka". aku tak pernah tahu,kain mana yg terpakai untuk menyeka air matamu. aq bahkan tak pernah bisa melihat kesedihan di matamu.
(aku mulai menangis abah...)

yang kutau...engkau selalu saja khusu' dalam jihadmu. yang kutahu...hanya Allah lah yg selalu membuatmu istiqamah. yang kutau...engkau tak pernah berusaha mengambil apapun yang "mereka" rebut darimu. yang kutau,betapa tulus nya niatmu mengabdi padaNya,memperjuangkan agamaNya.
(aku merasakan betapa aku sangat mencintaimu abah...)

mungkin karna Allah begitu mencintaimu abah. engkau masih bisa tegar menjalani semua. bahkan akupun tak sanggup mengganti setiap kedamaian yg "mereka" rampas darimu.
(dadaku sesak...mengingat bagaimana "mereka" memperlakukan mu abah...)

abah...untuk hari ini,semoga engkau tau. bahwa cintaku padamu begitu kuat. aku merasa,tak akan ada yg mampu menghalangiku untuk sekedar membuat lega. paling tidak,duri-duri halus penuh racun itu semoga mampu ku sapu dari halamanmu. meski aku tak kan pernah sanggup meminta izin darimu,tapi aku yakin,engkau pasti tau apa yang kulakukan.
(abah,ridhai aku...)

abah...sosok yg mulai mampu menghuni seluruh ruang dalam diriku. seperti udara yg kuhirup. seperti darah yg mengaliriku. seperti mimpi dalam setiap mataku yg terpejam. semoga aku mampu membahagiakanmu abah,mengurai sedikit saja bebanmu,membuat masa tuamu tenang. abah...semoga Allah akan mengganti semua yg hilang darimu dengan yg lebih baik.

katabtu ana,fii syiddatil hubb ilakum yaa abii..............................
(sampai di tulisan ini,betapa tak tertahan keinginanku untuk memelukmu abah...)

.

Minggu, 10 Agustus 2008

siang bersamamu, kemarin

hampir 29 tahun umurku, belum pernah sekalipun engkau rebah di pangkuanku. bahkan pun saat itu...ketika jarum infus mengalirkan meratus ribu mili cairan yang entah apa namanya ke tubuhmu, atau saat engkau tersadar dari pengaruh obat bius setelah keluar dari ruang operasi. memang...beberapa tahun lalu engkau pernah memelukku saat aku terpeleset di tangga. moment itu tak pernah dapat kuhapus dari otakku. dan betapa aku sangat tidak menyangka, kemarin engkau rebahkan kepala di atas pangkuanku, seraya berkata: "aku ngelu nduk, pijetno kene..." (sambil tanganmu memegang kepala).

bah...abah,
meski sedinten elly ken mijet panjenengan, nggih purun mawon....hehehe...
elly selalu mencintaimu bah....
semoga kelak abiq bisa sepertimu....

.

Kamis, 17 Juli 2008

cerita dari gerbang "BAITUL IZZAH"

SABIQ MAKHZUM ZEN
yang terlahir dari rahimku sejak 4 th 2 bulan lalu...


rabu 16 july 2008 (hari ke tiga sekolah)

"ibu' mboten mesakke dik abiq ta....?"

satu kalimat itu seperti pukulan hebat yang kau hujamkan tepat di ulu hati ibu nak... dan sejak kata2 itu terucap dari bibir mungilmu, penuh kepolosan dan pengharapan agar ibu senantiasa ada di dekatmu...ibu hanya bisa memeluk tubuh kecilmu seraya menangis. dan meskipun hari telah berganti, kata2mu tak bisa reda untuk terus berdengung di telinga ibu. andai ibu bisa berteriak saat itu, pasti ibu akan lantang berkata; "tak ada yang mampu merebut satu incipun tempatmu dalam cinta ibu nak, ibu sangat sayang padamu..."


kamis 17 july 2008, 07.00 WIB (hari keempat sekolah)

dan taukah engkau, bahkan ibu hampir tak bisa membawa pergi tubuh ini tadi pagi... karna engkau telah membuat seluruh isinya tinggal bersamamu di sana. maafkan segala yang ibu lakukan terhadapmu hari ini biq. ibu tak bisa melakukan hal lain selain harus memaksa tegar, mengikhlaskanmu. karna mungkin hal itulah yang terbaik bagimu, paling tidak untuk hari-hari mendatang. bukannya ibu mboten mesakke dik abiq (sprt yg kamu bilang), ibu hanya ingin membuatmu mandiri, dan asatidzah bilang bahwa ibu harus percaya mereka, dengan meninggalkanmu di sekolah.


kamis 17 july 2008, 11.00 WIB (hari keempat sekolah)

ibu menjemputmu. ibu rindu sekali padamu. ini adalah kali pertama engkau tidak bersama ibu dalam hitungan jam. akhirnya ibu melihatmu nak...membawa tas biru batman yang dulu di belikan umi'. dengan tersenyum kamu keluar kelas, setelah usai pamitan dgn asatidzah. engkau menghampiri ibu, dengan senyum penuh kerinduan. mulut mungilmu langsung berceloteh...; "buk...dik abiq wau mboten mular. dik abiq wau mendel teyus. dik abiq pinter buk...??" tangan ibu gemetar nak..., ibu hanya bisa memelukmu sambil mengiyakan seluruh pertanyaanmu. meskipun ibu tau, bahwa tadi engkau menangis keras waktu ibu beranjak pulang. tapi akhirnya engkau bisa tenang dan mengikuti aktifitas kelasmu. ibu mengerti, celotehmu tadi hanyalah ungkapan hatimu yang tidak ingin ibu sedih dan menangis sprt kmrn saat kamu enggan masuk kelas dan memilih terus bersama ibu.

andai engkau mengerti nak, betapa bangganya ibu padamu. sama sekali ibu tak mengira, engkau akan secepat itu beradaptasi di lingkungan barumu. sementara selama ini engkau tak pernah lepas dari pandangan, sentuhan, dan pelukan ibu. dan kali ini, ibu melihatmu begitu sabar dan tegar menghadapi semua yang terjadi padamu sepanjang pagi hingga siang.

ibu bangga padamu biq...
semoga Allah selalu menjaga dan melindungimu, sebagai yang sangat ibu cinta...

.

Jumat, 04 Juli 2008

yg begitu menusuk

itu bukan dirimu... semua itu hanyalah selintas pemikian yang memicu sugesti terhadap diriku sendiri. aku hanya terlalu naif dengan keadaan yang tiba2 menjadi sangat memusuhiku. keadaan tentang segala harapan yang terlalu dan terlanjur indah. ada begitu banyak kekecewaa yang menyumbat tenggorokanku, sementara aku hanya bisa mengendapkannya sampai basi.

.

ternyata sama saja

dan bahkan semua perlakuan itu membuatku sangat terpukul. hingga aku merasa tak memiliki tempat sama sekali...bahkan pada diri sendiri. betapa mereka telah mencakar hatiku hingga retak tak beraturan. dan betapa tak sedikitpun mereka memberiku sedikit waktu untuk merasa bahagia atas apa yang aku lakukan.

.