Jumat, 04 Juli 2008

yg begitu menusuk

itu bukan dirimu... semua itu hanyalah selintas pemikian yang memicu sugesti terhadap diriku sendiri. aku hanya terlalu naif dengan keadaan yang tiba2 menjadi sangat memusuhiku. keadaan tentang segala harapan yang terlalu dan terlanjur indah. ada begitu banyak kekecewaa yang menyumbat tenggorokanku, sementara aku hanya bisa mengendapkannya sampai basi.

.

ternyata sama saja

dan bahkan semua perlakuan itu membuatku sangat terpukul. hingga aku merasa tak memiliki tempat sama sekali...bahkan pada diri sendiri. betapa mereka telah mencakar hatiku hingga retak tak beraturan. dan betapa tak sedikitpun mereka memberiku sedikit waktu untuk merasa bahagia atas apa yang aku lakukan.

.

Minggu, 22 Juni 2008

k a l u t

Hidupkah ini…? Kala diri harus mampu menjaring semua kabut. Mendengar semua gemersah yang memekakkan telinga. Kadangkala aku merasa jumawa, bahwa semuanya pun pada akhirnya mampir padaku,bermanja padaku. Tapi kali ini, aku hampir tak lagi bisa menguasai diri. Aku jatuh, benar-benar jatuh. Semua hal yang mendedar waktuku tiba-tiba membuat pening, membuat kepala berdenyut-denyut. Aku sedang berfikir, kenapa bukan aku yang di merdekakan? pppfffhhh…

(jum’at,130608)



.

yang menjadi tak biasa

Aku lupa

Pada waktu yang kupenggal darimu

Aku meminang beribu kata hari ini

Tanpa menyadai, bahwa

Kita tak lagi sejalan

Maafkan aku, membuat keributan dalam hidupmu

Maafkan aku…

Tak bisa berhenti mencintaimu…

(180608)


.

Minggu, 20 April 2008

untuk master dj-nya phie'...

keyakinan itu datang darimu. membuatku merasa bahwa aku memang pantas berada disini. aku tau, segala himpitan ini akan mengendur ketika aku mampu mengelola keributan dalam diriku, menjadi seutas tali yang lentur untukku. aku ingat kata-katamu, bahwa "seekor ular tidak akan kembali ke sarangnya sebelum dia benar-benar merasa kenyang". memang begitu kan seharusnya...? aku harus egois untuk, pada, terhadap diriku sendiri. karna hal itu yang akan membuatku tetap mampu tegak berdiri. masih banyak yang harus kucapai, masih banyak yang menungguku untuk bangkit, masih luas duniaku untuk menanti keajaiban dari angan-angan yang tersamarkan di dasar diri. jika aku tidak egois, aku akan menjadi orang yang pasrah. dan itu adalah malapetaka bagiku. satu hal yang aku sadari, begitu besar kau sokong aku, dengan segala pikiran dan tenagamu, dengan seluruh hati serta doamu. sungguh, bagaimana aku tidah merasa malu padamu, jika aku tetap saja melemahkan diriku sendiri. aku belajar banyak darimu, tentang hidup, kebersamaan, perjuangan, dan cinta kasih.

meskipun aku tau, engkau tidak akan pernah menafikanku dalam setiap pengaduanmu pada-Nya, tapi aku tetap saja meminta untuk engkau mendoakan aku, terlebih dalam kurun waktu tiga bulan kedepan. aku berharap engkau tak jemu untuk terus mendukungku, memberikan semangat padaku, menyakinkan aku, bahwa aku tidak akan lagi mengecewakan abah dan umi'.

terimah kasih untuk semua yang telah kau beri hingga hari ini MD... tak ada yang bisa sepertimu deeeh.... (hahaha...)

.

Kamis, 03 April 2008

Meraihmu dlm ingatan

Jika

Tak lagi ada lembar-lembar

Yang terkusamkan jemari

Masihkah mampu kucegah segenap

Debu yang berkobar


Seperti juga kebersamaan itu

Yang melebur besama riak angin

Membelah waktu

Datang dan pergi tanpa kutau

Datang dan pergi dengan beragam pertanyaan

Mempermainkan

Mempertanyakan

Menghujamkan


Bila saja kau tau

Seberapa dalam dirimu berakar dalam

Palung kalbu

Masihkah bersedia menggengamku

Menjadikan aku tetap yang tercinta….?


.


terbiar meranggas

Terserak angin

Terbelah-belah, tercecer

Aku menghitung yang tak terkumpul

Aku mencari yang tak kutahu

Aku mereka-reka yang tak kupahami

Dadaku tergempur peluh mataku

Meretas perih

Terangkai-rangkai

Terderek tanpa daya


Jikalau nanti

Senjakala memerahkan ujung langit

Dan gaduh gemintang mulai

Memekakkan palung hati

Masihkah mungkin sejengkal doa

Terangkat kelangit

Bahwa aku, inginkan syurga itu

Untukku saja

Hanya aku (pppfffhhhhh…..)



.